Cabut ke Singapura


Sewaktu SD Aku sering dibelikan mainan oleh Om yang pulang dari ekspedisi pelayarannya di Kapal  Pesiar. Biasanya bukan cuma Aku sih, tapi 4 orang saudaraku juga dikasih. Kami adalah lima bersaudara yang terikat karena hubungan cucu, dan karena totalnya ada lima anak maka munculah sebutan Pandhawa Lima.

Nama Om ku adalah Untung, panjangnya Untung Suropati. Sebelum kepulangannya ke Kampung, bisanya terlebih dahulu menghubungi kami via telepon untuk menanyakan mainan apa yang kami pilih. "Oji nanti mau remote kontrol atau mainan lainnya?", ucap Om. "Remote control yang mobil atau helikopter?", tambahnya. Kurang lebih seperti itu. 

Aku selalu tertarik dengan landmark  dari negara-negara di ASEAN yang terpampang di dinding kamarnya. Katanaya beberapa negara itu sudah Ia kunjungi. Salah satu landmark yang paling Aku suka adalah landmark Singapura, yaitu Merlion dan Marina Bay Sands, yang kalau digoyang timbul suara robot yang fasih bernyanyi cap cip cup. Kuingat ada kata Singapura dalam liriknya. Dan karena landmark itulah membuatku terpicu ingin mengunjungi Negara Singapura suatu saat nanti.

*****

Des 2017

Sebelum berangkat Aku sudah ketar-ketir melihat harga tiket pesawat. Maklum saja, bagi kantong mahasiswa, tiket seharga kelas ekonomis saja tetap perlu nabung dahulu. Jadi belum ada keputusan yang kuambil. Hingga suatu malam Aku menemukan tiket promo ke Singapura. Langsung Aku pesan, dan posting di snapgram, kalau Aku akan cabut ke Singapura. Yey...Akhirnya dream come true. 

Melihat transisi snapgram yang udah kebelet liburan, dari sebelumnya yang isinya ngegalau doang, membuat 4 temanku ingin join berlibur. Meski pada akhirnya kami berangkat hanya berempat. Yaitu Aku, Depin, Tanti dan Fauzan. Semuanya baru pertama kali naik pesawat, kecuali si Depin.

22 Jan 18

Tibalah kami di Singapura. Antara percaya dan tidak, ternyata Negara ini memang ada. Lo pikir emang di nebula? Emang ada lah, lha wong udah merdeka 53 tahun lalu. Dan parahnya Negara ini punya Bandara yang membuatku pengen segera tidur di hari pertama datang. Alasan sebenarnya sih efek samping tiket super murah, yaitu sampai di Bandara tujuan tepat dini hari. Ujung-ujungnya nginep dulu semalem, sebelum ke Hostel esok hari.

23 Jan 18 - Ke Hostel dan Naik Keatap Nanyang Technological University

OTW ke Hostel. Cukup setengah jam dari Bandara via bus Bandara dan MRT. Hostel yang Kami tempati ternyata ada di sekitar Gaylang, 3 menit jalan kaki dari stasiun BRT Gaylang. Ya... jalan kaki, disini pedestriannya gedhe, pantesan banyak lalu lalang Penjalan kaki, bahkan Pesepeda juga ada. Entahlah, yang pasti ini awal yang menyenangkan bagiku untuk 3 hari kedepan. 

Kamar Hostel didesain dengan tema bajak laut. Interior sekelilingnya lengkap, dari setir kapal,  bendera  Jolly Loger yang kerap dipakai lambang para bajak laut  serta aksesoris lain yang ngebuat seolah ini pelayaran sungguhan. Lebih menegangkan lagi, aku ada di dek atas kapal. Alhasil bisa mengamati mangsa sambil ngopi wkwk.

Bajak Laut di Hostel

Setelah check in kami langsung menuju NTU. Kampus yang kebanyakan jurusannya adalah Teknik itu ternyata mahasiswinya cantik-cantik. Buat para jomblo buruan kerahin pasukan lo kesini!. Nah, daya tarik selanjutnya sih buat ambil foto diatap School of Art, Design and Media. Atapnya mirip rumah teletubbies. Kartun masa kecil yang pemerannya Tinky Winky, Dipsy, Laa-laa dan Po. Kampus ini berada di Jurong West, ujung banget pokoknya. Saking ujungnya, sekeliling kampus inibanyak banget pohon tua yang ngebuat kampus ini seperti hutan belantara di film The Hobbit.


Tips : Kalo dipantengin Mahasiswi NTU, PD aja!. Gausah takut norak

Kampus apa hutan? wkwk
24 Jan 18 - Oppa Bersarung dan Marina Bay Sands

Next destination is Masjid Sultan. Bisa dibilang ini masjid paling berumur di Singapura. Dibangun sekitar abad 18, tapi masjid ini tetap awet muda. Arsitektur masjidnya megah, but, kipas angin nya itu loh segedhe baling-baling helikopter. Hanya muslim yang bisa masuk kedalamnya. Kalau di serambi masjid sih lebih rame, apalagi pas wisatawan non muslim pada berkunjung. Maklumlah Daerah Wisata. Lucunya ada persewaan sarung, eh ujung-ujungnya cuman buat foto. Tapi ga papa lah, siapa tahu bisa memperkenalkan wajah asli islam yang ramah. Juga ada al-quran digital yang bisa mengeluarkan audio, kumpulan sejarah islam, dan buku-buku tentang islam.

Megahnya Masjid Sultan
Jangan ditiru : Oppa bersarung

*****

Malam harinya kita ke Spectra, mau lihat marina bay sands water and light show. Semacam pertunjukan tarian kolaborasi antrara hologram dengan air mancur. Di depan pintu kaca Marina Bay Sands kita berdiri menunggu pertunjukan berlangsung. Ga mau dong Kita kena gerimis cuma buat lihat gituan. Orang-orang dengan santainya ke Spectra atau teras nya Marina Bay Sands sambil  pegang payung, bahkan ada yang basah-basahan. Pengen juga sih, tapi ga lucu kan kalo pas OTW balik, kita kaya kucing kecemplung got.

Pertunjukan pun dimulai..., orang orang yang sedari tadi duduk di depan pintu kaca meninggalkan kami menuju Spectra. Setelah saling tatap, akhirnya kami memutuskan kesana juga, menikmati pertunjukan di dekat pagar pembatas sambil mengabadikan hologram yang indah dengan smartphone.

Pertunjukan selesai. Kami berempat tepuk tangan, diiringi kepergian orang-orang masuk ke dalam meninggalkan kami. Kok aneh ya, ga ada apresiasi sama sekali. Tepuk tangan sekali kek. Biarin lah, yang penting udah lega lihat ginian dari jarak dekat.

*****

Garden By The Bay menjadi destinasi kami berikutnya. Tinggal nyeberang lewat stasiun MRT sudah sampai. Dari kejauhan terlihat pohon besar dihias lilitan lampu led dan pohon-pohon unik disekitarnya. Tapi sayang, kita ga jadi masuk karena pertimbangan banyak hal,  salah satunya uang. Muncul  ide cemerlang, cekrek-cekrek sambil pasang muka tampan. Gratis!. Beruntung kami bisa dapat view suasana malam Marina Bay Sands dari sini.

*****

Dari pengalamanku explore Singapura ada berbagai macam kepedihan yang datang tak terduga. Apa itu?. Apalagi kalau bukan uang. Harga penginapan dan tiket masuk wahana di Singapura sangat mahal. Terkadang perlu kesabaran tingkat dewa agar bisa dapat promo. Dimana perlu analisis dulu sebelum memesan, agar bisa mendapatkannya dengan harga murah dengan fasilitas kelas VIP. Namun karena sulitnya mencari promo terkadang membuat kita cukup pening.

Kini ada Vizitrip. Agen tour yang menawarkan paket perjalanan lengkap dengan harga promo. Selain itu kita bisa merasakan sensasi kelas wahid. Terus...Apalagi? Wait!. Baiknya kita kenalan dulu sama Vizitrip ya...

Vizitrip : Make your trip easy
Vizitrip punya fitur apa aja sih?

Fitur-Fitur Vizitrip
Pengalamanku booking di Vizitrip gampang pake banget, caranya :

Booking mudah?, Vizitrip aja!

Mau Liburan jadi mudah?, Trip bareng vizitrip aja!  #LiburanJadiMudah.

Kata bijak dari Lao Tzu, seorang filusuf dan penulis kuno asal china mungkin bisa kita renungkan: "A journey of a thousand miles must begin with a single step"- Artinya Perjalanan sejauh seribu mil harus dimulai dengan satu langkah.

*****

Salam.
Muhammad Fauzi Mustofa

Artikel ini diikutsertakan dalam Blog Competition #Liburan Jadi Mudah yang diadakan oleh Vizitrip.

0 Komentar